Dec 6, 2011

Berpisah.







memori bersama sahabat saya.

MOHD ILHAM ELLANI BIN JAMAL. (JAN 1991 - DES 2011)

Moga beliau tergolong dari golongan yang dinaungi rahmat ALLAH.

"Setiap yang bernyawa pasti merasai mati.Dan sesungguhnya pahala kamu akan disempurnakan pada hari kiamat.Sesiapa yang dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka dia sesungguhnya telah beruntung.Kehidupan dunia ini hanya kesenangan yang memperdayakan."(ALI IMRAN : 185)

Jun 22, 2011

E.X.A.M



When coming out of the examination hall..





some prefer stepping away from the spot light,






a few feel relieved,






one or two like to pretend being macho i guess,



but when they go back home...



~~~~





the unpredictable happens,





pseudo precocious puberty maybe,





some wishing they were superheroes,



but being honest...




~~~~




most if not all of us feel tired,




extremely exhausted,






we feel as if we can't go on anymore,






but look over there!





he's still smiling,





maybe a little bit different type of smile,





but still a sincere smile right?





because we still have each other by our sides,

because HE is always there watching,


~~~~




may our tiredness of today,





bring us blessfull earnings up there....




this is a true story,






even the pembangkang are raising their hands in support. :)


jzkk.



* "mumtaz untuk ummah".

Apr 2, 2011

Di Hadapan.





Bismillah......

******

Waktu tu nak naiki tremko menemani para srikandi muda batch yang baru habis bermain bowling, memang dah niat awal-awal once naik je tremko itu mahu terus pasang earphone ala-ala hearing-aid tu then biarkan diri ini dibuai irama menyentuh jiwa.Tapi bilamana masuk tremko dan duduk sebelah pemandu, rupanya memang sudah ada irama menyentuh jiwa tersedia.

Lagu yang dikumandangkan radio memang mengesani saya."Eyh..ni lagu nasyid ke?", tertanya seorang srikandi muda batch.Mahu je saya menyampuk menjawab.Tapi apakan daya, saya Si Adam.Mereka kaum Hawa.Lagu ni dah berputar-putar dalam gegendang telinga saya berkali-kali sejak seorang ikhwah Tanta forwardkan pada saya beberapa hari yang lalu.Tak sangka lagu ni masuk national radio juga, ada taste juga penduduk Mesir ni rupanya.Kesan revolusi mungkin.

Lagu ni rentetan thaurah 25 Januari yang lalu.Mengenangkan para pejuang dan syuhada pada fasa tersebut.Langit kemerah-merahan, azan maghrib sudah mula berkumandang.Tayar tremko masih laju berputar atas lebuhraya Solah Salem melepasi Masjid Ar-Rahman Ar-Rahim, Masjid Syurtoh dan dari jauh kelihatan ARMA.Revolusi 25 Januari ini saya jangka akan sentiasa kekal di minda dan jiwa penduduk Mesir.Apa taknya, seperti dalam lirik lagu tu, "dalam tubuhku bersarang api, peluru dan besi".Pada sesebuah kejayaan itu berakar umbinya sebuah pengorbanan.

ARMA tersergam indah dengan catnya pink keputih-putihan dikelilingi bangunan-bangunan Mesir dengan warna sedondon mereka.Jelas thaurah mewarnai jiwa-jiwa penduduk Mesir kini.Tapi kita Si pemilik cat pink keputih-putihan ni, adalah perlu dan muhim untuk bersama membawa perjuangan ini, bahkan membawa perjuangan yang lebih hebat lagi.

******

Ikhwah dan akhawat yang dikasihi,

Pada setiap kegembiraan, keriangan, kejayaan, senyuman yang terukir.Adanya mereka yang menjadi pencetus, mereka yang berkeluh kesah sebelum semua itu, mereka yang bersusah-payah dan tidak kurangnya mereka yang bersedih.Begitulah thaurah 25 Januari dimulai dengan semangat seorang Asmaa Mahfouz.Kemudian diterjemahkan oleh para pemuda-pemudi Mesir yang mendapat sokongan setiap ibu dan setiap bapa di bumi Mesir ini.Semua ini berkembang menjadi sebuah revolusi bersejarah.Situasi ini sama je dalam nak menjayakan karnival batch kita ini.Adanya mereka yang mencetuskan, mereka yang merancang, dan mereka yang berkorban.Susur jalurnya sama sahaja.

Sekarang ingin saya letakkan penulisan ini tepat pada motif dan paksinya yang sudah saya gariskan awal-awal dalam minda saya ni.

Ikhwah dan akhawat yang saya cintai,

Adalah teramat penting kita sebagai pelajar yang memijak bumi Mesir berhari-hari ini turut membawa obor revolusi penduduk Mesir juga.Mungkin perjuangan dan usaha kita jauh perbezaannya berdasarkan suasana tanah air dan budaya kita.Tapi bekalan semangat dan cita-citanya hampir serupa bukan?

Belajar bersungguh-sungguh dalam medicine.Betul-betul dan komit dalam usaha mentahsinkan bacaan Quran kita yang saya pasti ramai join.Ambil peluang belajar erti kesederhanaan dalam kehidupan seharian kita di Mesir di bandingkan dengan negara asal kita yang cukup mewah.Senarai ini berderet-deret mengikuti perspektif pemikiran dan halatuju masing-masing.Kesemua ini dijana oleh semangat dan lonjakan jiwa tersendiri.

Tapi dengan memastikan kesemuanya masih terpelihara oleh niat yang tulus.

Abu Hurairah r.a. berkata : Rasulullah s.a.w. bersabda : Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk badan dan rupamu, tetapi langsung memperhatikan niat dan keikhlasan dalam hatimu.(Muslim)

Untuk lebih memotivasikan diri, kita janganlah meletakkan dan membayangkan diri kita hanya berada di barisan belakang perjuangan.Sebab kalaulah hanya rakyat Palestin yang berjuang bermati-matian, rakyat Kashmir yang mengangkat senjata saban hari.Ini jelas tidak adil bagi kita kan.Tapi Allah itu Maha Adil.Semua usaha kita yang kerdil ni boleh dilonjakkan menjadi agung hanya bersandarkan niat dan cita-cita, seperti hadis di atas.

Anggaplah diri kita berada di barisan hadapan, barulah semangat kita lebih berderu dan terjana sebab musuh betul-betul dihadapan kelopak mata kita dan beban pengharapan mereka di belakang benar-benar dirasai.Kita kenelah sentiasa stay AHEAD, pada niat dan pada semuanya.

"Orang mukmin lelaki dan perempuan, setengahnya menjadi penolong pada setengahnya, menganjurkan kebaikan dan mencegah mungkar" (At-Taubah: 71)

Jzkk.




*umum
*post ini untuk blog batch saya sempena karnival batch.
*TEMA : AHEAD ( AWAKEN, ONE HEART, ONE AIM AND ONE DESTINY )

Oct 17, 2010

True.


Bismillah..
I've been on the bench quite a while.Not writing, just reading, understanding, translating, reforming, learning.Praise be to Allah, it gave me blessful time to think deeply.
Tarbiyah in Egypt is more towards depth rather than width.Tarbiyah does not make us more well known neither well praised, it makes us stand firmly.
It does not change us, it rejuvenates us, it nourishes us with refreshments, it ensures us to be contented with what we have, but in the same time it teaches us..the more we give, the more we earn..earning in the sense far away from worldly cherish but in hope of true love.
Kheir.

*****

I believe that in every soul there must surely be a desire to be kind, to help people, to smile and make people feel comfortable, feel safe.
Even if our facial expression does not say so.Even though our facial nerve is obstructed or damaged, leading to inability to show anxiety, joy, pity, and sadness.The feeling and heartful tendency to show a helping hand, to ease other peoples burden is always there.
But then, what differentiates us muslim with others.

*****

Ikhwah, what gives us fuel and energizes us to do good is not the same as others.Yes, true.It comes from our heart.But in addition to that, it comes from our faith.Faith in God.God of both dunya' wal akhirat.But faith itself has its ups and downs.
That is why in the Holy Quran, God reminds us in this verse.

Therefore, when thou art free (from thine immediate task), still labour hard,

And to thy Lord turn (all) thy attention.

Aayat 7-8.Surah 94 - Al Sharh.

Sai'd Qutb in his writing, "Fi Zilalul Quran".He mentions that the phrase "still labour hard" gives an attention to us that after every deed or work that we have finished or completed.It is important for us turn low a while, to provide some time to fullfill our soul by "And to thy Lord turn (all) thy attention".
After working hard on a task given, we must profide time to give food to our soul in reading the quran, perfoming prayer, istighfar etc.Only after that we continue on working.
Kheir.





*This is not me.Fine and living.May Allah bless.My English is bad.Maelish.